Sunday, 8 March 2015

Nanggok Ikan Mengisi Liburan Sekolah Tiba

Mencari ikan disaat libur sekolah tiba menyenangkan. (foto: Aceng Mukaram)
Banyak cara untuk mengisi libur sekolah tiba. Di Kampung Mungguk Lumut, Desa Makawing, Kecamatan Batang Tarang, Kabupaten  Sanggau, Kalimantan Barat, ini sejumlah anak seusia sekolah dasar (SD) asyik mencari ikan di sebuah sawah yang ada di wilayah itu. Menangkap ikan ini pun warga setempat menyebutnya Nanggok Ikan.

Warga sekitar berbondong mendatangi sawah. Tua muda, anak-anak kecil, bahkan nenek sekali pun tumpah ruah di sawah tersebut.

Sinar matahari cukup menyengat. Panasnya terasa membakar kulit. Namun, sejumlah warga sepertinya tak terpengaruh sama sekali.

Terikanya matahari pada siang itu tak menyurutkan anak-anak ini untuk mencari ikan. Seolah-seolah lupa akan panasnya menyengat kulit.

Adalah Dwi (9). Dia adalah anak yang menacri ikan ini. Ia bersama temannya mengisi hari libur sekolah diisi mencari ikan.

“Ikannya banyak di sini. Kami biasa mencari ikan di tempat ini bersama teman-teman,” kata dia, yang saat itu ditemani Ibu kandungnya dan temannya tersebut.

Ia menceritakan, jika ikan yang didapatkan tersebut terbilang lumayan. Pasalnya, selain untuk dikonsumsi sendiri, ikan tangkapan ini dijual pada tetangganya. “Lumayan buat beli buku dari hasilpenjualan ikan ini,” katanya sambil tersenyum.

Perlengkapan untuk menangkap ikan ini pun cukup sederhana, yakni Terigai, dan keranjang. Ikan yang didapat antara lain;Ikan sepat, ikan gabus, ikan lele, dan lain sebagainya.

Lain halnya Fransiska. Bocah berusia 8 tahun ini datang bersama adiknya yang baru berumur 6 tahun. Ia tak mau kelewatan waktu untuk mengisi liburan sekolah sia-sia. Maka ia pun berinisiatif sudah mempersiapkan peralatan jauh-jauh hari.

“Saya sudah mempersiapkan sudah lama. Makanya saya datang bersama adik saya ini. Supaya dapat ikannya banyak,” ujarnya bersemangat.

Mencari ikan di sawah itu pun tak luput dari pantauan orang tua. Karena, mereka juga khawatir jika anak-anaknya tenggelam di sawah yang tanah berawa gambut tersebut.

Laya (60) warga setempat mennuturkan, di kampung tersebut memang sudah menjadi tradisi mencari ikan di sawah ini.

“Kami di sini mecari ikannya tidak pakai tuba atau racun. Hanya memakai alat seadanya saja. Karenakan kalau pakai tuba atau racun itu malah merusak,” tuturnya saat mengawasi anak-anak yang mencari ikan.

Laya datang bersama anak cucunya. Sebab, liburan mengisi waktu senggang memang dimaanfaatkan untuk hal berguna tentunya bagi anak dan cucunya itu.

“Ya ini sebagai rekreasi aja. Supaya anak dan cucu mengenal alam,” ucapnya sambil membawa ikan dalam keranjang kurang lebih 4 kilogram tersebut. (Aceng Mukaram)
Comments
2 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Comments+ 2 komentar:

avatar

Halo Bung Aceng,

Dari sekian banyak blog yang pernah kutengok, baru di blogmulah aku bisa bernostalgia masa kecil melalui kata "nanggok" (kata dasarnya tangguk). Kata ini sangat umum dipakai di kota kelahiranku: Medan. Waktu masih kecil, aku dan kawan-kawan suka menanggok ikan di kolam dan sawah. :)

avatar

Halo juga bung Abel,.
Terima kasih sudah berkunjung.

Salam,.

Entri Populer