Saturday, 30 January 2016

Puluhan Tahun, Kakek Ini Mungut Sampah

Ahua saat mungut sampah. (Foto: Aceng Mukaram)
Sisa barang bekas itu ‎menumpuk di atas sebuah gerobak. Lelaki tua mendorong gerobak dengan penuh semangat. Ahua nama lengkapnya. Kakek berumur 65 tahun ini setiap harinya berkeliling komplek perumahan di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, memungut sisa bekas sampah.

Saat ditemui, disela-sela kesibukannya, ia mengaku sudah sejak puluhan tahun menggeluti pekerjaannya dengan memungut sisa bekas barang.

"Bau busuk sampah sudah menjadi makanan saya sehari-hari," ujar Ahua, saat ditemui di Jalan Imam Bonjol, Gang Tanjungsari Kanan, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak.

Bagi Ahua, sisa bekas barang yang dibuang dalam tong sampah adalah berkah. Bahkan, ‎bau busuk menyengat dari sampah‎ pun sudah biasa ia hirup. Itu dilakukan demi menopang kehidupan keluarga.

Tanpa penutup mulut, ia tetap memungut sampah. Hujan dan panas, ia tetap tegar memungut sampah. Baginya, sampah adalah rejeki. Sebab, dari memungut sampah itulah, ia bisa menghidupi istri dan dua anaknya.

Setiap hari, ia  memisahkan sisa-sia bekas sampah. Ada kardus, botol minuman mineral, kaleng minuman soda, dan lain sebagainya. Tangan Ahua begitu cekatan saat memilah sampah bekas.

"Dari sisa barang bekas (sampah) yang bisa saya jual ini ‎per bulannya bisa dapat Rp 3 juta. Biasanya ada orang rutin beli ke saya. Saya hanya mengumpulkan sisa-sisa barang bekas. Saya kemas dimasukan ke dalam karung. Saya pilah-pilah," ucapnya.

Ketekunan Ahua, tidak berhenti disitu saja. Warga komplek perumahan di Kota Pontianak, menyuruhnya membuang sampah ke tempat bak sampah yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat. Ahua pun dibayar setiap bulannya.

"Saya ini dibayar jasa pembuangan sampah dari warga komplek. Mereka ada yang bayar Rp 50 ribu sampai 70 ribu. Kalau dihitung ada sekitar Rp 2 juta saya terima setiap bulannya," ujarnya. (Aceng Mukaram)
Comments
0 Comments
Facebook Comments by Media Blogger

Comments+ 0 komentar:

Entri Populer